Bursa Hong Kong Setop Perdagangan Saham China Evergrande

PT Bestprofit Futures – Bursa Hong Kong memberhentikan perdagangan saham Evergrande pada Senin (4/10), beberapa hari setelah beberapa pemegang obligasi mengatakan raksasa properti China tersebut telah menunggak pembayaran dua obligasi berbeda.

Selain itu, Bursa Hong Kong juga ikut menangguhkan saham anak perusahaannya, Evergrande Property Services Group. Namun, Bursa tak menjelaskan alasan perdagangan saham dihentikan dan masih tidak jelas siapa yang memprakarsai penangguhan tersebut.

Mengutip Reuters, pihak Evergrande belum menanggapi permintaan komentar hingga berita diturunkan pada hari ini.

Dengan kewajiban yang mencapai ratusan miliar dolar atau setara 2 persen dari produk domestik bruto China, Evergrande telah memicu kekhawatiran gagal bayar dapat menyebar dan mengakibatkan masalah sistemik dalam sistem keuangan China.

Kendati begitu, kekhawatiran awal agak mereda setelah bank sentral China berjanji untuk melindungi kepentingan pembeli rumah.

Penangguhan perdagangan saham tersebut membuat para pelaku pasar keuangan keringat dingin akan dampak kasus Evergrande.

Efeknya mulai terlihat dengan jatuhnya nilai tukar yuan di luar China yang sekaligus membebani indeks acuan Hang Seng, terutama sektor keuangan dan pengembang properti lainnya.

Misalnya Guangzhou R&F Properties Co Ltd turun 7 persen, Sunac China Holdings dan Country Garden juga masing-masing turun 4 persen. Tak sampai di sana, saham unit kendaraan listriknya, China Evergrande New Energy Vehicle Group merosot 8 persen pada awal perdagangan Senin (4/10).

Saham Evergrande telah anjlok 80 persen sepanjang tahun ini, sementara unit layanan propertinya terjun 43 persen karena grup tersebut berusaha gali tutup lubang untuk membayar berbagai peminjam dan pemasok sebelumnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Evergrande terlilit masalah utang dengan jumlah fantastis US$300 miliar atau Rp4.277 triliun (asumsi kurs Rp14.250 per dolar AS).

Tak hanya investor, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengaku was-was karena gagal bayar bisa berdampak hingga ke stabilitas sektor keuangan global.

Author: adminseo